Perhutani KPH Kediri Bersama Stakeholder Tanam Pohon 5.500 Plances di Tulungagung

Perhutani KPH Kediri Bersama Stakeholder Tanam Pohon 5.500 Plances di Tulungagung

Panjinasional.com Tulungagung – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri bersama Stakeholdernya di Tulungagung melaksanakan kegiatan penanaman pohon jenis multy purpose three species (MPTS) sebanyak 5.500 plances di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Niyama Tulungagung, Rabu (07/12).

Penanaman di lokasi PT. Pembangkit Jawa Bali PLTA Niyama tersebut merupakan Kawasan hutan yang berada di petak 75g dan 84d wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Besuki, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung, KPH Kediri.

Bacaan Lainnya
Perhutani KPH Kediri Bersama Stakeholder Tanam Pohon 5.500 Plances di Tulungagung
Perhutani KPH Kediri Bersama stakeholder dan Ketua DPRD Tulungagung Marsono, Bupati Tulunggung, Camat, Kepala Desa, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat melakukan penanaman pohon jenis multy purpose three species (MPTS) sebanyak 5.500 plances di lokasi PLTA Niyama Tulungagung, Rabu (07/12).

Wakil Administratur Perhutani Kediri Selatan, Agus Suharya menyampaikan, penanaman ini sebagai bentuk ikhtiar memperbaiki fungsi hutan dan sedekah bumi dengan mengedepankan kesinambungan penghasilan masyarakat baik untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

“Untuk itu bibit pohon yang ditanam selain beringin, apak dan pule, juga ada tanaman buah-buahan dan kopi, dengan harapan karena tanaman MPTS itu merupakan tanaman kekayuan yang bersifat multiguna, bermanfaat dari segi ekologi maupun dari segi ekonomi,” kata Agus.

Penanaman tersebut juga melibatkan stakeholder lainnya seperti, tokoh masyarakat serta Ketua DPRD Tulungagung Marsono, pejabat pemerintahan setempat seperti Bupati Tulunggung, Camat, Kepala Desa, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua DPRD Tulungagung Marsono mengatakan, penanaman pohon ini bertujuan untuk mengembalikan fitrah dan fungsi hutan lestari dengan mengutamakan kesejahteraan rakyat dan hutan tetap terjaga.

Harapannya masyarakat tidak hanya menanam tanaman semusim seperti ketela dan jagung disela-selah tanaman pokok kehutanan, tetapi juga menanam kopi. Karena tanaman kopi selain akar serabutnya mengikat lumpur yang membuat aliran air menjadi jernih, produksi kopi nantinya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Untuk itu kami akan membantu bibit tanaman kopi sebanyak 200 ribu plances yang akan ditanam di wilayah selatan, mulai dari wilayah Besuki, Kediri sampai dengan Tanggunggunung di Blitar,” pungkas Marsono. @red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *