Ledakan Tabung Gas 3 Kg di Buntaran Kelurahan Manukan Wetan Surabaya Lukai Lansia, Korban Alami Luka Bakar Serius

Surabaya – Sebuah ledakan dahsyat dari tabung gas elpiji 3 kilogram mengguncang kawasan padat penduduk di Buntaran, Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Surabaya, pada Senin (04/08/2025) siang.

Ledakan tersebut menyebabkan seorang pria lanjut usia mengalami luka bakar serius, dan sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dipulangkan karena keterbatasan biaya dan ketiadaan kepesertaan BPJS.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Pelayanan Ramah dan Humanis, SAMSAT Bangkalan Tuai Apresiasi Wajib Pajak

Kronologi Ledakan Gas Elpiji di Buntaran

Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ketika Wagirin (70), pria asal Jember, tengah menyalakan kompor gas di rumah kos tempat ia tinggal. Kebocoran pada tabung gas elpiji 3 kg memicu percikan api yang langsung menyambar tubuh korban, meski sempat berusaha membawa tabung keluar rumah.

“Suara ledakannya keras sekali, kami langsung mengambil air dan alat seadanya untuk memadamkan api,” ujar Majid  seorang warga dan juga sebagai Ketua Ormas Madas Tandes yang berada 50 meter dari lokasi kejadian.

Dalam kondisi tubuh terbakar, Wagirin berusaha menyelamatkan diri dengan mengayuh sepeda, namun akhirnya tercebur ke sungai terdekat. Ketua RW 05, Fanani, segera menghubungi pemadam kebakaran dan mengevakuasi korban ke RS Bhakti Dharma Husada (BDH).

Korban Luka Bakar Terhambat Biaya Rumah Sakit

Sesampainya di rumah sakit, Wagirin langsung dirawat di ruang IGD. Namun, karena tak memiliki BPJS Kesehatan dan dokumen administrasi yang lengkap, pihak keluarga kesulitan menanggung biaya pengobatan.

Anak korban berusaha mencari dana dari saudara hingga warga sekitar, namun karena dana tak mencukupi, korban dipulangkan kurang dari 24 jam setelah mendapat perawatan. Hal ini memantik keprihatinan warga.

Respon Cepat Warga dan Pemerintah Kelurahan

Lurah Manukan Wetan, Projopati, bersama tim Bangtib dan Kesra, langsung meninjau lokasi usai mendapat laporan dari Ketua RW. Petugas PMK dan tim medis tiba lima menit setelah warga berhasil memadamkan api.

Pihak Kelurahan kemudian membantu mengurus BPJS Mandiri untuk korban dan mengarahkan keluarga agar mengurus SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) di Jember, sesuai domisili KTP korban. Namun, pihak keluarga memilih memulangkan korban ke Jember agar lebih dekat dengan keluarga.

Baca Juga : Terdakwa Isabella Angellia Yohanes, Jadi Pesakitan Gegara Embat Rp 225 juta

Warga Minta Bantuan, Ambulan Disediakan Partai Politik

Kondisi korban yang pulang dalam keadaan luka bakar menyulut rasa prihatin warga. Ketua RW 05 Fanani menyatakan bahwa ia telah meminta kunjungan dari tenaga kesehatan kelurahan, namun belum ada tindak lanjut hingga sore hari.

“Saya juga gak tega lihat kondisi Pak Wagirin, saya juga sudah meminta tim nakes agar segera datang ke rumah korban untuk segera diberikan penanganan maupun bantuan melalui chat via whatsapp” ujar Fanani, Selasa (5/8/2025).

Keesokan harinya, tim medis kelurahan akhirnya datang untuk menilai kondisi korban. Fanani kemudian mengupayakan bantuan mobil ambulans dari organisasi partai PDI Perjuangan agar Wagirin bisa dirawat di rumah sakit di kota asalnya, Jember. (Red)

Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Channel Youtube (Silahkan klik tulisan nama aplikasi)

Pos terkait