SURABAYA – Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya, Charis Mardiyanto, resmi memasuki masa purnabakti setelah mengabdi selama 41 tahun di dunia peradilan.
Bertempat di Ruang Sidang Utama Lantai 3 Prof. Dr. H. M. Syarifuddin S.H., M.H., Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya, menyelenggarakan acara Purnabakti Ketua PT Surabaya Charis Mardiyanto, Selasa (2/9/2025).
Charis Mardiyanto didampingi istri Sri Lestari, saat memberikan sambutan dalam Pengantar Purnabakti. Dalam seremoni pengantar purnabakti, Charis menyampaikan, bahwa kinerja yang selama ini sudah dicapai oleh Pengadilan Tinggi Surabaya tetap dijaga dengan baik. Mindset dan budaya kerja yang sudah dibangun, selama kepemimpinan Charis agar tetap dijaga dan terus ditingkatkan.
Dalam seremoni pengantar purnabakti, dengan penuh khidmat dan penuh haru, menandai akhir perjalanan seorang hakim yang dikenal berdedikasi dan berintegritas.
Charis menyampaikan, kinerja yang selama ini sudah dicapai oleh Pengadilan Tinggi Surabaya tetap dijaga dengan baik. Mindset dan budaya kerja yang sudah dibangun, selama kepemimpinan Charis agar tetap dijaga dan terus ditingkatkan.
“Semoga kinerja Pengadilan Tinggi Surabaya ini tetap baik dan saya telah berusaha semaksimal mungkin untuk merubah mindset maupun budaya kerja di Pengadilan Tinggi ini. Sehingga kami masih berharap prestasi yang dicapai Pengadilan Tinggi ini semakin meningkat dan dipertahankan seperti yang kemarin-kemarin,” kata Charis.
Baca Juga: Ngeri Bos! Oknum Ditreskrimum Polda Jatim Diduga Aniaya 2 Anak Dibawah Umur, Dilaporkan ke Bidpropam
Charis mengungkapkan, selama memimpin di Pengadilan Tinggi Surabaya, hal yang paling berkesan baginya adalah ketika salah satu hakim di Pengadilan Negeri Surabaya tertangkap tangan. Kesannya, kala itu Charis dinarasikan ikut campur dalam operasi Kejaksaan Agung.
“Pengalaman yang paling berkesan itu ketika saya menengok ketika ada dari PN Surabaya ada hakim ditangkap waktu itu, yang dikatakan OTT yang sebenarnya ya ditangkap begitu saja, dan saya dianggap telah mengintervensi, telah campur tangan terhadap perkara. Padahal sebenarnya sama sekali tidak ada, saya hanya ingin memastikan bahwa apakah anak buah saya yang di PN Surabaya betul dilakukan penahanan atau penangkapan,” ungkap Charis.
Charis menilai, kinerja seluruh anggota yang bertugas di Pengadilan Tinggi Surabaya sangatlah baik. Karena menurutnya, dari segi kategori penyelesaian 1000 perkara ke atas, Pengadilan Tinggi Surabaya masih tetap meraih nomor satu.
“Alhamdulillah semua teman-teman hakim di sini, itu semuanya bangga dengan kinerja yang diraih selama ini. Karena seperti diketahui untuk kategori 1000 perkara ke atas, kami masih meraih nomor satu terus selama saya memimpin di sini, se-Indonesia ini. Jadi itu yang menjadi kebanggan teman-teman di sini,” terang Charis usai mengikuti seremoni Pengantar Purnabakti.
Berikut Riwayat Perjalanan Karir Charis Mardiyanto:
Charis Mardiyanto, lahir di Lamongan pada tanggal 21 Agustus 1958. Titik awal pengabdianya dimulai 1 Maret 1984 sebagai CPNS dan Calon Hakim di PN Kebumen kemudian kariernya berlanjut dandilantik menjadi hakim pertama di PN Bantaeng pada tanggal 14 April 1986.
Baca Juga: Aksi Damai IMM dan BEM Umsida di Mapolresta Sidoarjo, Tuntut Keadilan Kasus Driver Ojek Online
Kemudian 25 Januari 1992 menjadi Hakim pada PN Lamongan kemudian menjadi Hakim Bojonegoro pada tanggal 2 September 1997 perjalanan karirnya terus berjalan hingga menjadi Wakil Ketua PN Magetan.
Pada tahun 2001 kemudian pada tahun 2003 menjabat sebagai Ketua PN Magetan selanjutnya pada tahun 2005 Ia di promosikan menjadi Ketua Pengadilan Negeri Jember, pada tahun 2008 Ia menjabat sebagai Wakil Ketua PN Medan. Selanjutya Ia dipercaya menjadi Wakil Ketua PN Jakarta Selatan pada tanggal 31 Juli 2009.
Kariernya sebagai Hakim Tinggi dimulai di PT Makasar pada tahun 2011, 2014 menjadi Hakim Tinggi PT Surabaya. Ia dipercaya mejadi Wakil Ketua PT Manado pada tahun 2016 dan Wakil Ketua PT Nusa Tenggara Barat pada tahun 2017.
Perjalanan kariernya sebagai Ketua PT pada tahun 2019 dimulai di PT Tanjung Karang, kemudian menjadi Ketua PT Banten pada tahun 2021 dan kemudian dilanjutkan menjadi Ketua Pengadilan Jawa Tengah pada tahun 2022.
Puncak pengabdiannya ditandai dengan penugasannya sebagai Ketua PT Surabaya yang sudah diemban sejak 3 Oktober 2024 hingga 1 September 2025. Selama berdinas di PT Surabaya, Ia terkenal dengan julukan Bapak EIS karena beliau menorehkan prestasi yang luar biasa dalam kinerja percepatan penyelesaian perkara di Wilayah Jawa Timur.(Har)
Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Tiktok, Facebook, Channel Youtube (Silahkan klik tulisan nama aplikasi)






