SURABAYA — Isu penurunan tajam kelas menengah dan menguatnya pengaruh oligarki dalam politik nasional menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Ummat 2026 yang digelar di The Rich Jogja Hotel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (2/5/2026).
Forum strategis ini dihadiri jajaran elite partai, termasuk Ketua DPW Jawa Timur H. Subaidi, S.E., S.H., yang menegaskan kesiapan kader Jatim menghadapi kontestasi politik ke depan.
Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, dalam pidatonya menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai kian tertekan. Ia mengungkapkan adanya penurunan signifikan jumlah kelas menengah Indonesia, dari 57,33 juta jiwa pada 2019 menjadi 47,85 juta pada 2024.
Menurutnya, fenomena tersebut tidak bisa dilepaskan dari kuatnya pengaruh oligarki dalam dinamika politik nasional yang dinilai turut memengaruhi arah kebijakan ekonomi.
“Penurunan kelas menengah ini menjadi alarm serius bagi masa depan ekonomi Indonesia,” ujarnya di hadapan peserta Munas.
Di tengah sorotan tersebut, Ketua DPW Partai Ummat Jawa Timur, H. Subaidi, menyampaikan apresiasi atas soliditas kader dari wilayahnya yang hadir dalam forum nasional tersebut.
Ia menilai kehadiran kader Jatim bukan sekadar formalitas, melainkan menunjukkan komitmen politik yang kuat.
“Seluruh kader Jawa Timur hadir. Ini bukti kekompakan dan keseriusan dalam membangun kekuatan partai,” kata Subaidi.
Ia menegaskan bahwa Munas 2026 menjadi momentum penting dalam merumuskan arah strategi politik Partai Ummat, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2029.
Subaidi menyebut, kekompakan kader akan menjadi modal utama untuk memperkuat basis politik di daerah, sekaligus memperluas kedekatan partai dengan masyarakat.
“Partai Ummat Jawa Timur siap all out membangun daerah, memperjuangkan kepentingan rakyat, dan hadir lebih dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Dalam forum tersebut juga ditegaskan kembali arah perjuangan Partai Ummat untuk menjadi partai yang kokoh dalam berbagai aspek, mulai dari pembinaan kader, penguatan kelembagaan, hingga komitmen terhadap nilai kebangsaan dan peradaban.
Subaidi menambahkan, semangat kader Jawa Timur yang terlihat dalam Munas akan dibawa pulang sebagai energi untuk menjalankan program-program konkret di daerah.
“InsyaAllah, kekompakan ini akan diwujudkan dalam kerja nyata di Jawa Timur,” pungkasnya.(Jack)
Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Channel Youtube ( Silahkan klik tulisan nama aplikasi )






