MANA BISA MEMBERSIHKAN DENGAN KAIN YANG KOTOR?

Refleksi dari hati, Persaudaraan & Ego.
Oleh: SUTRISNO BUDI

Tidak ada yang kalah, dan tidak ada yang menang. Dan tidak perlu lagi mencari, siapa yang paling salah atas keadaan ini.

Bacaan Lainnya

Ada hikmah yang mungkin hari ini belum kita pahami. Tetapi satu hal mulai terasa jelas, bahwa cara lama sudah tidak bisa dipakai lagi.

Era menyatukan Persaudaraan dengan cara menguasai, mengalahkan, merendahkan, atau membuat saudara lain tunduk, sudah waktunya diakhiri.

Karena semua warga PSHT adalah manusia Merdeka, yang setia kepada hati nuraninya.
Yang tidak mungkin bisa dipaksa tunduk begitu saja.
Tidak mungkin mau dikalahkan atau dijajah begitu saja.

Yakinlah, bahwa Tidak semua yang di sana jahat.
Tetapi juga tidak semua yang di sini baik.

Yang membuat keadaan terus panas sebenarnya tidak banyak. Tetapi mereka sering mendominasi keadaan.

Sedangkan saudara-saudara yang baik, yang tulus, yang tidak punya kepentingan pribadi, justru sebenarnya jauh lebih banyak.

Mereka tetap setia menjaga komunitas kecilnya.
Tetap berusaha menjadi saudara yang baik.
Tetap berharap dalam diam:
“Jangan rusak Persaudaraan ini…”
“Kapan Persaudaraan ini bisa kembali utuh…”

Mereka sebenarnya sudah lelah dengan pertikaian ini. Tetapi sering kali tidak tahu bagaimana cara mengakhirinya.

Saudara-saudara di ranting lelah, adik-adik di rayon dan komisariat lelah, Dan Kita semua lelah.

Kebahagiaan kita sederhana. Kita hanya ingin latihan dengan tenang. Bersaudara tanpa rasa curiga. Tanpa takut dianggap sebagai musuh, hanya karena berbeda kelompok.

Hormat kepada sesepuh dan patuh kepada pimpinan adalah ajaran yang baik.

Tetapi bagaimana kalau sesepuh dan pimpinan mulai terlalu sibuk mempertahankan kehendaknya masing-masing, hingga lupa bahwa kondisi ini sangat menyusahkan saudara-saudaranya sendiri di bawah.

Tiba-tiba saja kita yang tidak tahu apa-apa ini seperti mempunyai banyak musuh. Keras sedikit masuk penjara. Lunak sedikit dituduh pengkhianat.

Semua merasa sedang membela Persaudaraan. Semua merasa sedang menjaga ajaran. Tetapi kalau caranya saling melukai dan menghinakan, sepertinya kita sedang sama-sama tersesat oleh ego dan kesombongan.

Keduanya sudah pernah diberi kesempatan. Keduanya juga pernah memiliki kekuasaan. Namun hasil akhirnya tetap sama: pertengkaran yang tidak kunjung selesai.

Mari kita mengkhayal…

Seandainya Dewan Pusat nanti diisi oleh saudara-saudara sepuh yang sudah selesai dengan urusan dunianya.

Orang-orang yang tidak lagi haus pengaruh, tidak lagi sibuk memenangkan kelompoknya sendiri, dan benar-benar memikirkan Persaudaraan di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Mungkin suasananya akan lebih sejuk.

Dan Mari kita mengkhayal kembali…

Ketua Umum nanti adalah seseorang yang mampu memperlakukan saudara sebagai selayaknya saudara.

Bukan pesaing, Apalagi musuh.

Karena saudara sejati bukan yang selalu satu pendapat, tetapi yang tidak tega melihat saudaranya hancur.

Kalau itu terjadi, alangkah indahnya Persaudaraan ini.

Ilmu silat tanpa keluhuran budi hanyalah kekuatan kosong. Sedangkan PSHT sejak awal dibangun bukan hanya untuk mencetak orang kuat, tetapi manusia yang berbudi pekerti luhur, tahu salah dan benar, serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam Persaudaraan, mengalah bukan berarti
kalah. Kadang justru yang paling kuat adalah yang mampu menahan dirinya untuk tidak membenci saudaranya.

Mungkin Persaudaraan ini tidak langsung utuh hari ini. Tetapi setidaknya kita bisa mulai dari diri sendiri:

– Tidak menghina saudara lain,
– Tidak menyebar kebencian,
– Tidak mudah menganggap saudara sendiri sebagai musuh.

Mari semua saudara PSHT, Kembali putihkan hati kita, berusahalah sesuai kodrat dan irama kita masing-masing.

Jangan berhenti berharap, bahwa Persaudaraan ini suatu saat akan kembali baik.

Jangan bersikap buruk dengan menghujat, merendahkan, dan menghinakan.

Jangan juga berusaha menguasai atau mengalahkan saudara yang lain.

Kita adalah PSHT. PSHT adalah kita. Jika benar niat kita ingin membersihkan, mana bisa membersihkan dengan kain yang kotor?

SUTRISNO BUDI, 18 mei 2026-

Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Channel Youtube ( Silahkan klik tulisan nama aplikasi )

Pos terkait