Pemdes Joho Madiun Salurkan Santunan dan Beasiswa Pendidikan kepada 60 Siswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu

MADIUN – Program santunan dan beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu terus digulirkan oleh pemerintah, baik di tingkat pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, maupun badan amil zakat di berbagai wilayah Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan akses pendidikan, mencegah angka putus sekolah, serta membantu meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung keluarga penerima manfaat.

Pemdes Joho Madiun Salurkan Santunan dan Beasiswa Pendidikan kepada 60 Siswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu

Bacaan Lainnya

Di tingkat daerah, pemerintah setempat menyalurkan berbagai bentuk bantuan pendidikan, mulai dari beasiswa, Bantuan Siswa Miskin (BSM), hingga bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, alat tulis, dan kebutuhan penunjang pendidikan lainnya, dan uang saku.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, Pemerintah Desa Joho, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menggelar kegiatan Santunan Siswa Miskin Berprestasi pada Senin (29/6/2026).

Pemdes Joho Madiun Salurkan Santunan dan Beasiswa Pendidikan kepada 60 Siswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu

Dalam kegiatan tersebut, Pemdes Joho menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah, alat tulis, dan kebutuhan pendidikan lainnya kepada 60 siswa dari keluarga kurang mampu.

Penerima bantuan diprioritaskan bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin, yatim piatu, maupun keluarga yang secara ekonomi tidak mampu, namun tetap memiliki semangat dan prestasi dalam menempuh pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Joho itu dihadiri oleh Kepala Desa Joho beserta perangkat desa, Bhabinsa, para guru, wali murid, Tim Penggerak PKK Desa Joho, serta para siswa penerima santunan. Acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Adapun jumlah penerima santunan sebanyak 60 siswa, dengan rincian sebagai berikut:
– PAUD dan TK: 19 siswa
– SD/MI: 32 siswa
– SMP: 6 siswa
– SMA/SMK: 3 siswa

Kepala Desa Joho, Aris Mulyono, mengungkapkan rasa syukur karena pada tahun ini jumlah penerima santunan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Alhamdulillah, tahun ini jumlah penerima santunan bertambah menjadi sekitar 60 siswa. Tahun sebelumnya hanya sekitar 40 siswa, sehingga ada penambahan kurang lebih 20 penerima,” ujarnya.

Menurut Aris Mulyono, meskipun pemerintah desa dihadapkan pada berbagai keterbatasan anggaran, sektor pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas utama yang harus mendapat perhatian.

Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Kami akan terus berupaya mengutamakan program santunan pendidikan seperti ini, karena kami ingin anak-anak Desa Joho memperoleh kesempatan belajar yang layak sehingga kelak menjadi generasi yang cerdas, berkualitas, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, serta negara,” tuturnya.

Ia berharap program santunan pendidikan tersebut dapat membantu meringankan beban orang tua maupun wali murid dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka. Selain itu, bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus belajar dengan giat, meningkatkan prestasi, serta meraih cita-cita demi masa depan yang lebih baik.

Pemerintah Desa Joho berkomitmen untuk terus mendukung dunia pendidikan sebagai salah satu fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.(Gus)

Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Channel Youtube ( Silahkan klik tulisan nama aplikasi )

Pos terkait