SURABAYA, – Terkait pembangunan drainase dan saluran air di Jalan Tenggumung Wetan yang diduga dikerjakan secara asal-asalan oleh PT. Berlian Karya Teknik, aktivis tahun 1998 Eko Gagak memberikan tanggapan keras.
Kepada wartawan pada hari Jumat (03/07/2026), Eko Gagak mengecam keras pengerjaan proyek yang dianggap tidak sesuai standar operasi prosedur (SOP) di wilayah Tenggumung Wetan Surabaya.
Ia juga meminta kepada DPRD Kota Surabaya agar memberikan sangsi tegas kepada pihak proyek PT. Berlian Karya Teknik serta dinas terkait yang menangani pembangunan.
“Tidak tanggung-tanggung, ini menggunakan anggaran sebesar Rp5,5 milyar yang dikeluarkan dari APBD Kota Surabaya,” tegasnya.
Eko Gagak menegaskan bahwa DPRD Kota Surabaya yang telah menyetujui penugasan PT. Berlian Karya Teknik untuk pengerjaan proyek tersebut wajib bertanggung jawab penuh.
“DPRD Kota Surabaya wajib bertindak tegas terhadap PT. Berlian Karya Teknik dan dinas terkait. Uang yang digunakan untuk pembangunan ini adalah uang rakyat, jangan sampai disalahgunakan untuk menghasilkan proyek yang tidak berkualitas,” terangnya.
Sebelumnya, media Liputan Cyber telah melaporkan mengenai berbagai pelanggaran dalam pembangunan drainase dan saluran air di Jalan Tenggumung Wetan.
Adapun pelanggaran yang dianggap sangat fatal di antaranya:
– Tidak dilakukan pekerjaan dewatering meskipun sudah ada anggaran yang dialokasikan. Hal ini menyebabkan bagian U-Ditch di depan pom bensin Jalan Tenggumung Wetan ambles. Namun, kerusakan tersebut tidak diperbaiki melainkan langsung dicor agar tidak terdeteksi.
– Pemasangan U-Ditch tidak lurus atau berbelok-belok sehingga terlihat sangat tidak rapi.
– Pemasangan U-Ditch tidak teratur dengan tinggi yang tidak selaras (naik-turun).
– Pemasangan U-Ditch tidak rapi dan banyak terdapat lubang-lubang karena pemasangan yang tidak padat.
– Pemadatan dasar U-Ditch tidak menggunakan material sertu sesuai dengan anggaran, melainkan menggunakan tanah lumpur bekas pengerukan.
Secara terpisah, salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya menerangkan bahwa kualitas pembangunan drainase di Tenggumung Wetan sangat berbeda jauh dengan proyek serupa yang ada di Jalan Sidoyoso beberapa tahun lalu.
“Kalau pembangunan di Sidoyoso, sebelum pemasangan U-Ditch dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pemerataan dasar dengan menggunakan sertu dan juga dipasang pelat besi baja agar pemasangan sesuai standar. Tapi kalau di Tenggumung Wetan saat ini, tidak ada langkah-langkah tersebut, langsung dipasang saja asal jadi,” katanya.
Ketika ditanyai mengenai kebenaran bagian U-Ditch di depan pom bensin yang ambles, warga tersebut mengaku bahwa kerusakan tidak diperbaiki melainkan langsung dicor agar tidak ketahuan.
“Tidak diperbaiki dengan benar, melainkan langsung dicor saja. Semua warga sekitar tahu kok tentang hal ini,” ungkapnya.
Kontributor: Eko Gagak
Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Channel Youtube ( Silahkan klik tulisan nama aplikasi )






