Yogyakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijah 1446 Hijriah jatuh pada hari Jum’at, 06 Juni 2025. Penetapan ini disampaikan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Hal ini disampaikan Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti saat konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Cak Ditiro No. 23, Kota Yogyakarta pada, Rabu (12/2/25) lalu.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti menjelaskan bahwa Metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan oleh Muhammadiyah mensyaratkan tiga kriteria kumulatif untuk menandai awal bulan kamariah.
“Adapun tiga kriteria yang disyaratkan Muhammadiyah yakni (1) telah terjadi ijtimak (konjungsi bulan dan matahari), (2) ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan (3) bulan masih berada diatas ufuk saat matahari terbenam. Jika salah satu syarat ini tidak terpenuhi, bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari,” jelas Muhammad Sayuti pada, 12 Februari 2025.
Baca Juga: Satlantas Polres Gelar Operasi Gabungan Tertib Lalu Lintas dan Pajak Kendaraan
Kapan tanggal 1 Zulhijah 1446 Hijriah?
Berdasarkan perhitungan, pada 27 Mei 2025, ijtimak jelang Zulhijah 1446 H terjadi pukul 10:04:18 WIB. Saat matahari terbenam di Yogyakarta, tinggi Bulan mencapai +01° 27’ 07”, menegaskan bahwa hilal telah wujud. Di seluruh wilayah Indonesia, Bulan juga berada diatas ufuk, memastikan 1 Zulhijah 1446 H dimulai pada 28 Mei 2025.
Dia juga mengajak kepada seluruh umat muslim di Indonesia agar mempersiapkan hewan kurban terbaiknya dan memastikan distribusi daging yang adil dan menjangkau mereka yang membutuhkan. “Persiapan ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga kesiapan hati untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim yang rela melespaskan apa yang dicintainya demi Allah SWT,” tuturnya.
Perlu diketahui, Muhammadiyah pada tahun 2026 mendatang akan mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) berdasarkan keputusan Nomor 86/KEP/I.0/B/2025. Langkah ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah untuk menyatukan umat Islam dalam kerangka kalender yang terpadu, sekaligus menjembatani tradisi dengan perkembangan zaman. (Red/Bin)
Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Tiktok, Channel Youtube (Silahkan klik tulisan nama aplikasi)






