Ribuan Jukir Surabaya Demo dan Mogok Kerja, PJS Desak Pemkot Evaluasi Digital Parking

SURABAYA, – Ribuan juru parkir resmi se-Kota Surabaya yang tergabung dalam Paguyuban Juru Parkir Surabaya – PJS menggelar Aksi Demo dan Mogok Kerja pada Senin, 31 Agustus 2026.

Sejak pukul 08.00 WIB, massa mulai berkumpul di Taman Mundu, depan Stadion Tambaksari. Diperkirakan sekitar 5.000 jukir ikut dalam aksi ini. Dari titik kumpul, massa kemudian bergerak menuju Kantor Balai Kota Surabaya untuk menyampaikan tuntutan.

Bacaan Lainnya

Ketua PJS, Bang Izul, memimpin langsung aksi tersebut. Dalam orasinya, Bang Izul menyampaikan 5 poin tuntutan utama PJS kepada Pemkot Surabaya:

Tuntutan PJS:
1. Evaluasi total penerapan Digital Parking yang dinilai tidak berpihak pada jukir.

2. Perlindungan dan kepastian hak-hak jukir resmi Kota Surabaya.

3. Sistem parkir yang adil, transparan, dan manusiawi.

4. Melibatkan jukir dalam setiap kebijakan parkir di Surabaya.

5. Mensejahterakan jukir untuk mewujudkan Surabaya yang tertib, aman, dan nyaman.

Sebagai bentuk itikad baik, PJS mengirim perwakilan 10 orang untuk masuk dan berdialog ke dalam Kantor Balai Kota. Namun hingga berita ini ditulis, Walikota Surabaya Eri Cahyadi belum menemui perwakilan jukir.

Harapan kami sederhana. Duduk bersama, didengar, dan dilibatkan. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan dari Pak Wali,” ujar Bang Izul di tengah aksi.

Aksi ini juga dibarengi mogok kerja serentak. Akibatnya, sejumlah titik parkir resmi di Surabaya tidak beroperasi selama aksi berlangsung.

Hingga sore hari, massa masih bertahan di depan Balai Kota menunggu kepastian dialog. Pihak kepolisian dan Satpol PP tampak berjaga untuk mengamankan jalannya aksi.

Pemkot Surabaya belum memberikan keterangan resmi terkait respon terhadap tuntutan dan tidak hadirnya Walikota menemui perwakilan.

(Bang/Man)

Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Tiktok, Facebook, Channel Youtube ( Silahkan klik tulisan nama aplikasi )

Pos terkait