Eko Gagak Soroti Tantangan Jurnalis, Desak Solidaritas dan Etika Lintas Generasi

Surabaya – Eko Gagak, seorang jurnalis sekaligus aktivis terkemuka, hari ini mengeluarkan pernyataan yang menggugah perhatian publik, Rabu (30/07/2025).

Ia menyerukan kepada rekan-rekannya di dunia media dan organisasi masyarakat sipil (LSM) untuk memberikan klarifikasi terkait peran dan eksistensi mereka dalam ranah jurnalisme dan aktivisme, demi menjaga integritas, transparansi, dan kepercayaan publik.

Bacaan Lainnya

Dalam sebuah forum yang dihadiri oleh sejumlah wartawan, Eko Gagak, menyampaikan pentingnya edukasi tentang perjalanan karier bagi jurnalis baru yang ingin berkontribusi secara positif dan berkelanjutan di dunia media.

Eko Gagak mengungkapkan keprihatinannya terhadap perlakuan tidak sopan yang kerap ditujukan kepadanya, sekaligus menegaskan bahwa rasa saling menghormati antar rekan sejawat merupakan nilai fundamental dalam dunia jurnalisme.

Dalam bahasa khasnya, ia berkata, “Suwé-suwé kudu sombong aku iki sopo?” — sebuah pernyataan yang menggambarkan bahwa setiap individu memiliki perjalanan dan kontribusi yang patut dihargai.

Eko Gagak Soroti Tantangan Jurnalis, Serukan Etika dan Soliditas Lintas Generasi

Dalam pernyataan, Eko Gagak, turut menyoroti beragam tantangan yang dihadapi oleh jurnalis, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menegaskan bahwa dunia jurnalisme saat ini memerlukan iklim perdebatan yang adil, serta sikap saling menghargai sebagai fondasi utama untuk membangun kepercayaan di dalam komunitas media.

Eko juga mengajak para wartawan untuk tidak hanya terpaku pada pemberitaan sensasional, tetapi mendorong praktik jurnalisme yang mendalam dan berpihak pada perubahan sosial.

Menurutnya, jurnalis memiliki peran strategis dalam menggali fakta-fakta tersembunyi dan menyuarakan kebenaran yang sering terpinggirkan.

Ia juga menyampaikan ketidakpuasannya terhadap sikap segelintir pihak yang dinilainya tidak menghargai perjalanan dan dedikasi kariernya sebagai jurnalis.

Eko menegaskan bahwa kontribusinya dalam jurnalisme adalah hasil dari kerja keras, komitmen, dan integritas, bukan karena praktik menjilat atau pengkhianatan terhadap nilai-nilai profesi.

“Kontribusi saya bukan hasil dari membenarkan yang salah atau ikut arus, tapi karena konsistensi dalam bersikap dan berkarya,” tegasnya.

Lebih jauh, Eko menyerukan agar publik turut lebih kritis dan peka terhadap berbagai isu yang dihadapi oleh jurnalis, termasuk tantangan struktural dan tekanan sosial yang kerap membayangi kebebasan pers.

Ia menegaskan bahwa jurnalisme yang bertanggung jawab mampu membuka ruang dialog, mengangkat suara rakyat, serta mengungkap sisi-sisi realitas yang kerap terabaikan.

Eko Gagak juga merujuk pada insiden-insiden di mana jurnalis menghadapi tekanan politik dan sosial yang sering mengancam kebebasan pers.

Ia mengajak jurnalis untuk bersatu dan memperjuangkan kebebasan berekspresi demi menjaga nilai-nilai demokrasi yang sangat berharga serta independensi pers..

Tak lupa, Eko memberikan perhatian khusus kepada generasi jurnalis muda. Ia menilai, keberlanjutan kualitas jurnalisme sangat bergantung pada adanya transfer pengetahuan dan nilai dari para senior-senior mereka.

“Kita harus membangun jembatan antara generasi, berbagi pengetahuan dan pengalaman agar tidak ada jurang pemisah yang menyulitkan kolaborasi,” tambahnya.

Pernyataan Eko Gagak ini diharapkan menjadi katalisator untuk perubahan positif dalam interaksi antar pemangku kepentingan, khususnya di Surabaya,

Ia mendesak para jurnalis untuk berpegang pada etika jurnalistik dan saling menghargai, sehingga media bisa berfungsi sebagai alat pemberdayaan masyarakat, bukan sebagai sumber konflik.(red/Eko Gagak)

Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Channel Youtube (Silahkan klik tulisan nama aplikasi)

Pos terkait