Lulusan Ilmu Komunikasi UINSA, Siap Mengembangkan Komunikasi Profesional

Surabaya – Lulusan Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Kamis (12/02/2026), Ichlashul Amal menjadi penanda penting dalam hidup tidak semua perjalan akademik berjalan lurus dan mulus.

Ichlashul Amal resmi menyandang gelar Dakwah dan Komunikasi dengan IPK 3,91. Menuntaskan studi S1 dalam waktu 3.5 tahun.

Bacaan Lainnya

Putra kedua pasangan Maksum dan Alif Munzaroah ini mengangkat isu aktual dalam skripsinya yang berjudul “Kasus Kematian Diplomat Kementerian Luar Negeri: Studi Media Sosial Instagram @detikcom”. Penelitian itu mengkaji peran media sosial dalam membentuk opini publik.

Ichlashul amal tumbuh sebagai anak kedua dan satu-satunya laki-laki dari tiga bersaudara. Lahir di Sidoarjo, 11 Februari 2003.

Dalam prosesi kelulusan itu bukan sekedar capaian akademik. Melainkan simbol capaian keluarga yang sebelumnya tak memiliki latar belakang tenaga komunikasi. Amal berharap adiknya kelak mengikuti jejak yang telah dilalui kedua kakaknya.

Baca Juga: Sidang Tuntutan Oknum ASN Pemprov Jatim Kasus Perzinaan atau Perselingkuhan Prabowo Prawira dan Intan Tri Damayanti

Ichlashul Amal menyampaikan, bahwa waktu itu saya merasa perlu berhenti sejenak untuk memahami apa yang sebenarnya ingin saya capai.

“Saya tidak pernah membayangkan akan sampai di titik ini, yang saya lakukan hanya berusaha konsisten dan menyelesaikan apa yang sudah saya mulai,” ucapnya.

Keputusan Amal untuk menghentikan studi sementara setelah lulus SMA bukan perkara mudah. Ada keraguan dan kekhawatiran yang menyertainya. Namun, jeda tersebut justru menjadi ruang refleksi sebelum ia kembali melanjutkan kuliah dengan semangat baru.

“Berhenti bukan berarti menyerah, saya hanya ingin kembali dengan kesiapan mental yang lebih kuat,” ujarnya.

“Saya tertarik melihat bagaimana satu peristiwa bisa dipersepsikan berbeda oleh publik melalui framing media sosial,” jelas Amal.

Di luar perkuliahan, Amal aktif dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan menjalani pekerjaan paruh waktu di bidang fotografi dan videografi. Aktivitas tersebut ia jalani beriringan dengan kewajiban akademik.

Baca Juga: SKW/SKHW Prodak Notaris Tandingan Akta Lahir dan KSK Buat Acuan Pembagian Harta Waris

“Kerja sambilan mengajarkan saya disiplin dan bertanggung jawab dengan waktu. Itu pelajaran yang tidak saya dapatkan hanya dari kelas,” tutur Amal.

Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan Amal. Maksum, ayah Amal, mengaku tidak pernah memaksakan pilihan kepada anaknya, termasuk saat Amal memutuskan berhenti kuliah sementara.

“Kami sebagai orang tua hanya bisa mendampingi. Yang penting dia tahu apa yang dipilih dan siap menanggung konsekuensinya,” Kata Maksum.

Maksum menilai jeda yang diambil anaknya justru membentuk kedewasaan. Ia melihat perubahan sikap Amal ketika kembali melanjutkan studi.

“Setelah kembali kuliah, dia lebih fokus dan bertanggung jawab. Kami melihat sendiri proses itu,” paparnya.

Terpisah, lebih lanjut, harapan utama Maksum selaku orang tua, setelah anaknya lulus kuliah adalah anak dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. Tentunya hidup mandiri, sukses dalam karier, serta tetap berbakti.

Baca Juga: Bantah Terima Fee: Gubernur Khofifah Penuhi Panggilan KPK, Jadi Saksi Kasus Dana Hibah Pokir DPRD Jatim 2019

Doa dan harapan turut mengiringi agar tumbuh berakhlak baik, senantiasa menjadi sosok bertanggung jawab, memiliki masa depan cerah yang membawa kebahagiaan bagi keluarga, bangsa, dan negara.

Bagi Maksum, capaian IPK tinggi bukanlah tujuan utama, namun yang terpenting proses dan nilai hidup yang diperoleh anaknya.

“Prestasi itu bonus, sedangkan yang utama bagi kami, dia tumbuh jadi pribadi yang mandiri dan tidak mudah menyerah,” ungkap Maksum.

Kisah Ichlasul Amal menjadi gambaran bahwa keberhasilan dalam pendidikan tinggi tidak selalu lahir dari jalur yang cepat dan lurus.

“Setiap anak punya waktunya masing-masing. Tugas orang tua adalah percaya dan memberi ruang,” imbuh Maksum dengan rasa syukur.(Man)

Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Channel Youtube (Silahkan klik tulisan nama aplikasi)

Pos terkait