Lapas Lamongan Gandeng Disnaker, Gelar Pelatihan Kemandirian untuk Narapidana

LAMONGAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kabupaten Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan narapidana.

Yang dimana Lapas Lamongan menjalin sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan dengan menyelenggarakan empat jenis pelatihan kemandirian bagi warga binaan sebagai bekal keterampilan menghadapi kehidupan setelah bebas. Rabu (25/06/2025)

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Meyakini Alami Dugaan Kriminalisasi Oleh Aparat Penegak Hukum (APH), Moh. Sholeh Layangkan Surat Keberatan

Pelatihan ini digelar di Aula Lapas Lamongan dan dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Lamongan, Heri Sulistyo, bersama Kepala Disnaker Lamongan, Mokhammad Zamroni, serta dihadiri jajaran struktural, tim instruktur, dan para peserta pelatihan dari kalangan warga binaan.

Lapas Lamongan Gandeng Disnaker Gelar Pelatihan Kemandirian untuk Narapidana

Pembinaan Narapidana Berbasis Keterampilan

Kalapas Heri Sulistyo dalam sambutannya menekankan pentingnya pembinaan narapidana secara menyeluruh, tidak hanya secara mental dan spiritual, tetapi juga dalam aspek teknis dan keterampilan kerja.

“Kami ingin warga binaan punya masa depan yang lebih baik. Mereka harus punya keterampilan agar siap bersaing dan berdaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Lamongan Zamroni mengapresiasi inisiatif Lapas Lamongan yang membekali narapidana dengan pelatihan aplikatif yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Baca Juga : PN Mojokerto Pertahankan Integritas di Tengah Tekanan Media Sosial

“Empat pelatihan yang kami berikan yakni desain interior, konstruksi bangunan, meubeler, dan pengelasan. Hal ini merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan dunia kerja. Ini peluang besar agar mereka bisa bekerja atau bahkan membuka lapangan kerja sendiri setelah bebas,” jelas Zamroni.

Sinergi Lapas dan Disnaker Dorong Kemandirian Warga Binaan

Keempat jenis pelatihan ini dipilih berdasarkan minat warga binaan serta hasil pemetaan kebutuhan pasar kerja lokal. Selain memberikan keterampilan praktis, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri dan semangat kewirausahaan di kalangan narapidana.

Melalui program ini, Lapas Lamongan menegaskan transformasi arah pembinaan yang lebih produktif dan berorientasi hasil.

Sinergi antara Lapas Lamongan dan Disnaker menjadi langkah strategis dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi positif di masyarakat.(Dedik)

Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Channel Youtube (Silahkan klik tulisan nama aplikasi)

Pos terkait