Magetan — Suasana penuh khidmat menyelimuti Padepokan PSHT Cabang Magetan saat ratusan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari berbagai cabang di Jawa Timur menghadiri prosesi pengukuhan dua pimpinan baru PSHT Surabaya.
Acara ini menjadi momen penting bagi perjalanan organisasi, khususnya di salah satu cabang terbesar dan paling strategis di Indonesia. Minggu (7/12/25)
Baca Juga : Faiz Fathurrahman Hilang Sejak Agustus 2025, Keluarga Membutuhkan Bantuan Kita Semua
Pada kesempatan tersebut, M. Asrori, S.E., resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Cabang PSHT Surabaya, sementara Dwi Eko Prastiawan, S.H., dilantik sebagai Ketua Cabang PSHT Surabaya untuk masa bakti 2025–2027. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufik, S.H., M.Si., didampingi jajaran pengurus pusat serta para sesepuh organisasi.
Kehadiran seluruh Ketua Cabang PSHT se-Jawa Timur semakin menegaskan kuatnya solidaritas dan soliditas warga PSHT. Selain menunjukkan dukungan struktural, momentum ini juga memperlihatkan kokohnya kebersamaan warga PSHT, khususnya di wilayah Jawa Timur yang selama ini dikenal sebagai basis utama organisasi.
Prosesi Pengukuhan Berjalan Khidmat dan Penuh Wibawa
Rangkaian pengukuhan diawali dengan prosesi internal organisasi, termasuk pengucapan komitmen dan janji pengabdian oleh dua pimpinan baru PSHT Surabaya tersebut. Ketua Umum PSHT menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi adalah amanah yang membawa tanggung jawab moral dan spiritual.
Dengan pemberian simbol-simbol kehormatan organisasi, legitimasi kepemimpinan keduanya resmi ditegaskan. Tepuk tangan panjang dari seluruh warga yang hadir menandai dimulainya babak baru perjalanan PSHT Surabaya.
Pesan Ketua Umum PSHT: “Jaga Marwah Organisasi dengan Hati yang Bersih”
Dalam sambutannya, Ketua Umum PSHT menyampaikan pesan tegas terkait arah organisasi ke depan. Ia menegaskan bahwa pemimpin cabang maupun Dewan Pertimbangan memegang peran sentral dalam menjaga nilai, moralitas, dan stabilitas organisasi.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan hati yang bersih, dengan keikhlasan, dan dengan integritas yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan internal, memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan kualitas pembinaan anggota. Menurutnya, Surabaya sebagai cabang besar membutuhkan kepemimpinan yang kuat, rukun, serta mampu mencerminkan nilai-nilai ajaran Setia Hati.
“Saya berharap kalian menjalankan tugas dengan musyawarah, kebijaksanaan, dan kepedulian kepada warga,” lanjutnya.
Harapan Baru untuk PSHT Surabaya
Pengukuhan ini membuka lembaran baru bagi PSHT Surabaya untuk memperkuat pondasi organisasi, merapikan program kerja, serta memperluas peran sosial di tengah masyarakat. Dengan pengalaman dan rekam jejak kedua pimpinan baru tersebut, warga Surabaya optimis bahwa PSHT akan semakin solid dan berkembang sepanjang periode 2025–2027.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi silaturahmi antar pengurus cabang se-Jawa Timur. Suasana hangat penuh persaudaraan mencerminkan nilai luhur Setia Hati Terate yang menjadi fondasi utama organisasi. (Yog)
Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Channel Youtube (Silahkan klik tulisan nama aplikasi)






