Edy Parlin ; Minim Lampu Penerangan dan Tidak adanya Rambu
Surabaya – Pasangan suami istri (Pasutri) lanjut usia (lansia) tercebur ke proyek gorong-gorong di Jalan Margorejo Indah, Kecamatan Wonocolo, tepatnya di depan Plaza Marina, Surabaya, Jumat malam sekitar pukul 19.55 WIB (12/6/2026).
Akibat peristiwa tersebut, sang istri berinisial LE (69) tewas di lokasi kejadian, sementara suami Edy Parlin (65) mengalami luka ringan.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.55 WIB. Ketika itu, pasutri ini hendak pulang ke rumah usai berobat di RS Islam Jemursari. Keduanya mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 Nopol L 5478 AAE menuju rumah di Jalan Kawatan.
Namun, dalam perjalanan, pasutri ini tercebur ke saluran air di dekat Plaza Marina. Minimnya lampu penerangan dan tidak adanya rambu membuat pasutri ini tercebur ke dalam saluran air.
Warga dan pengendara yang melihat kejadian ini tak bisa melakukan pertolongan karena saluran cukup dalam. Warga melaporkan kejadian ini ke Call Centre 112.
Petugas dari Posko Terpadu Joyoboyo langsung ke lokasi dan melakukan proses evakuasi pasutri. Petugas juga berhasil mengangkat sepeda motor Honda Supra X 125 bernomor polisi L 5478 AAE yang berada di dalam saluran. Kedua korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim.
Peristiwa ini membuat Edy Parlin, syok. Tampak ia terus berada di samping jasad istrinya yang sudah tak bernyawa. Ia tak menduga, istri tercintanya meninggal dunia dalam kecelakaan.
“Saya dan istri baru saja berobat dan hendak pulang ke rumah. Tapi di jalan, terperosok ke proyek saluran air. Saya tak menduga bakal seperti ini hingga istri saya meninggal dunia,” ujarnya saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Jatim, Jumat (12/6/2026) malam.
Edy Parlin mengungkapkan bila lokasi gelap dan tidak ada rambu.
“Lokasi gelap dan tidak ada rambu yang menunjukkan bila ada proyek saluran air. Warga disana juga bilang bila sudah ada 5 orang terperosok ke saluran air tersebut,” ungkapnya.
Proses evakuasi dan pengamanan di lokasi kejadian berlangsung kondusif berkat sinergi dari berbagai unsur, antara lain DPKP Kota Surabaya, BPBD Kota Surabaya, Dinas Perhubungan, Satpol PP Kota Surabaya, Posko Terpadu Jemursari, Ambulans RS Bhayangkara, PMI, serta personel dari Polsek Wonocolo.
Pasca kejadian, Pemkot Surabaya melalui BPBD turut memberikan bantuan kepada keluarga korban untuk proses pemakaman.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi evaluasi terkait aspek keselamatan proyek infrastruktur yang berada di area jalan umum guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(Har)
Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Channel Youtube ( Silahka klik tulisan nama aplikasi )






