SURABAYA – Tiga remaja yang diduga bagian dari komunitas Pogotneverdie diamankan oleh Tim Respatti Jogoboyo Sat Samapta Polrestabes Surabaya dalam operasi patroli dini hari di Jalan Kenjeran, pada Selasa, 6 Mei 2025, pukul 03.00 WIB.
Operasi ini merupakan bentuk respon cepat kepolisian terhadap potensi gangguan ketertiban masyarakat, khususnya aksi kriminalitas jalanan oleh kelompok remaja.
Ketiga pelaku masing-masing berinisial MRPC (18) warga Kapasari Pedukuan Gang 9 Surabaya, RGP (15) warga Platuk Baru, dan BPP (18) warga Jalan Pogot Lama. BPP diketahui membawa senjata tajam jenis celurit panjang saat diamankan.
Diduga Bagian dari Komunitas Pogotneverdie
Menurut Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Teguh Santoso, S.E., mengungkapkan bahwa para remaja ini terindikasi kuat merupakan anggota komunitas @official.pogotneverdie, yang dikenal meresahkan masyarakat karena aktivitas negatif dan potensi kekerasan.
Baca Juga: Libur Panjang Waisak 2025, KAI Daop 8 Surabaya Operasikan 58 Perjalanan KA Jarak Jauh
“Saat melaksanakan patroli di kawasan Kenjeran, tim mendapati sekelompok remaja mencurigakan. Setelah dilakukan pengejaran, mereka berhasil diamankan di depan Jalan Kenjeran No. 206,” ujar AKBP Teguh, Sabtu (10/5).
Barang Bukti yang Diamankan
Dalam operasi tersebut, Tim Jogoboyo 4 yang dipimpin AIPDA Anto Ibnu N dan didukung delapan personel, menyita sejumlah barang bukti, antara lain:
– 1 unit sepeda motor plat W 3628 XV
– 2 unit telepon genggam
– 1 buah dompet
– 1 buah helm
– 1 senjata tajam jenis celurit.
Setelah dilakukan penangkapan dan pemeriksaan awal, ketiganya langsung diserahkan ke Polsek Tambaksari untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas piket reskrim.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 2025 Jatuh pada 06 Juni 2025
Polrestabes Surabaya Tegaskan Komitmen: Tidak Ada Ruang untuk Kriminalitas Jalanan
AKBP Teguh, menegaskan bahwa patroli akan terus ditingkatkan untuk mencegah munculnya kelompok remaja yang menyimpang dan merusak ketertiban umum.
“Patroli dan tindakan represif akan terus kami tingkatkan di wilayah rawan. Kami tidak akan memberi ruang bagi aksi kekerasan dan pembentukan kelompok yang merusak ketertiban umum,” tegas AKBP Teguh Santoso.(Man)
Ia juga mengingatkan semua pihak, termasuk orang tua, sekolah, dan lingkungan, untuk lebih aktif mengawasi pergaulan remaja agar tidak terjerumus dalam kelompok menyimpang seperti Pogotneverdie.
Ikuti Saluran Media Panjinusantara di aplikasi WhatsApp, Instagram, Facebook, Tiktok, Channel Youtube (Silahkan klik tulisan nama aplikasi)






